Blogroll

About canszzinspiration

Manual Description Here: Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis.

Saudaraku, Do’akanlah orangtuamu, Berbuat baiklah pada mereka, Sebelum kamu menyesalinya!
Tampilkan postingan dengan label Tips Bagus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Bagus. Tampilkan semua postingan

Pengacau Manajemen Waktu

Pengacau Manajemen Waktu

Punya banyak rencana tapi kesulitan mewujudkan? Bisa jadi lima hal ini peyebabnya.

1. Overplanning.
Seringkali kita merasa waktu 24 jam dalam sehari tak cukup untuk menyelesaikan berbagai aktivitas. Inilah pentingnya membuat rencana untuk menentukan prioritas.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menentukan prioritas, bisa dalam bentuk harian, mingguan atau bulanan. Apa yang Anda pilih, yang penting adalah aksi. Jangan sampai hanya sibuk membuat rencana tapi nihil dalam pelaksanaan.

Menurut M Christian dalam bukunya "Time Management, Mengatur Waktu itu Mudah", ada dua gejala overplanning:
* Terlalu sibuk berkutat dengan rencana dan gagal mengeksekusi rencana yang sudah dibuat. Langkah kita hanya berhenti di rencana, padahal dalam manajemen waktu pelaksanaan adalah alangkah berikutnya.

* Menjadikan semua kegiatan sebagai obyek rencana. Merencanakan semua hal yang akan dijalani memang perlu, tapi jangan lupa, ada kalanya kita juuga harus bersiap menghadapi hal-hal tak terduga.

2. Misplanning.
Kesalahan perencanaan adalah kesalahan kedua dalam manajemen waktu. Kesalahan perencanaan ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya salah informasi. Ini terjadi karena informasi yang dikumpulkan tidak lengkap dan tidak tepat. Padahal informasi yang akurat adalah kunci utama mencapai keberhasilan mengatur waktu.

Kesalahan informasi ini akan berdampak panjang, seperti salah sasaran, salah penempatan sumber daya, salah penentuan waktu. Kalau yang terjadi seperti ini, sudah pasti rencana akan buyar sehingga gagal mencapai tujuan.

3. Overscheduling.
Kalau kebanyakan jadwal akibatnya Anda tak memiliki me time, dan aktivitas yang Anda kerjakan juga belum tentu memiliki hasil maksimal. Mengapa? Karena Anda selalu merasa dikejar waktu dan terburu-buru.

Overscheduling akhirnya yang malah menjadi penghambat efektivitas, karena menuntut Anda melakukan banyak hal dalam waktu yang terbatas. Efek jangka panjangnya dapat menimbulkan stres dan membuat Anda merasa tak nyaman melakukan pekerjaan.

4. Overdetail.
Untuk menghindari terjadinya kesalahan, setiap detil memang perlu diperhatikan. Namun, ini bukan berarti membuat Anda menjadi berlebihan dalam memerhatikan detil. Akibatnya rencana yang seharusnya simpel dan mudah terlihat rumit dan kompleks, sehingga menjadi sulit dikendalikan.

Gejala overdetail ini mendorong Anda mencatat terlalu banyak hal, padahal bisa jadi tak semuanya penting. Dalam perencanaan manajemen waktu, ini bisa membawa efek buruk. Pertama akan membuat Anda kehilangan pegangan untuk membedakan mana yang utama dan mana kurang penting.

Terlalu detil juga cenderung membuat Anda menyamakan semua hal, sehingga tak jarang membuat pekerjaan mudah terasa menjadi lebih rumit. Kedua, sikap tersebut akan membuat Anda sulit bersikap fleksibel, sehingga saat menghadapi hal-hal tak terduga Anda akan merasa sedang menghadapi masalah besar.

5. Delaying.
Sikap suka menunda bisa dibilang tidak disiplin. Ini adalah pengganggu utama dalam manajemen waktu. Tanpa kedisiplinan dari dalam diri, manajemen waktu takkan berjalan efektif. Disiplin berarti memiliki komitmen untuk menjalani rencana sesuai misi dan tujuan yang telah Anda rencanakan.

Seringkali, ketidakdisiplinan ini muncul karena berbagai godaan yang enggan Anda hindari, misalnya menunda. Ketika Anda menunda pekerjaan, berarti menunda sehari untuk mencapai tujuan.

Untuk menghindari ini tentu Anda harus memiliki motivasi kuat dari dalam diri. Kalau rasa malas melanda, yang perlu diingat adalah saat Anda menandai satu dari daftar yang harus dilakukan itu berarti Anda semakin mendekati tujuan.

Jadi, mulai sekarang singkirkan hal-hal yang mengaganggu konsentrasi dan fokus pada tujuan awal yang sudah Anda rencanakan.

(Majalah Chic/Bestari Kumala Dewi)
Read More...

Trik Agar Kita tidak di Manipulasi orang lain

Trik Agar Kita tidak di Manipulasi orang lain

Suatu hal yang tidak mengenakkan dalam kehidupan kita adalah pada saat kita tahu bahwa ternyata orang-orang dekat kita telah melakukan manupulasi pada kita. Biasanya kita tahu di manupulasi setelah kejadian itu selesai atau setelah kita sadar bahwa kita di manupulasi. Teman-teman blogger tentunya pernah dong merasakan dimanipulasi hee hee, dak enak banget gitu lho….
Tulisan ini semoga sedikit banyak akan membantu kita untuk mewaspadai agar kita tidak menjadi mainan manipulator lagi. Dari beberapa buku dan bacaan ternyata kita bisa tahu trik-trik apa yang biasa digunakan oleh manipulator itu. trik-trik para manipulator ini mengandung tujuh taktik mematikan yang bisa menyeret kita masuk ke dalam perangkap. berita bagusnya, dengan mengetahui ketujuh taktik itu, kita bisa mewaspadainya dan…. tidak pernah lagi diperalat!
Tujuh faktor ampuh yang dimanfaatkan oleh para manipulator adalah rasa bersalah, intimidasi, pemancingan ego, rasa takut, rasa ingin tahu, hasrat kita untuk disukai dan cinta (David J. Lieberman, PH.D). Mereka yang memanfaatkan factor-faktor ini akan berusaha mengalihkan kita dari logika ke emosi. karena mereka mengetahui bahwa mereka tidak bisa mengalahkan fakta, maka mereka berusaha mempermainkan emosi kita dengan menggunakan salah satu atau mengombinasikan taktik di atas. agar lebih jelas ini ada beberapa contoh pertanyaan terkait bagaimana mereka memanipulasi kita dengan emosi.
 Rasa Bersalah ; Pertanyaaan yang sering muncul adalah : “ Tega nian kamu mengatakan hal itu ? Aku Sungguh kecewa karena kamu tidak mempercayaiku. Aku tidak tahu lagi siapa kamu ini sebenarnya.”
 Intimidasi : “ Apa masalahnya, tidak bisakah kamu membuat keputusan? Apa kamu tidak memiliki cukup kepercayaan diri untuk melakukan hal ini?”
 Pemancingan ego:”Kulihat kamu orang cerdas. Aku hanya tidak ingin membiarkan peluang emas berlalu darimu. Bagaimana mungkin? Bagiku, kamu sudah seperti diriku sendiri.”
 Rasa takut: “Kamu tahu, kamu bisa kehilangan kesempatan emas ini. Aku sangat yakin bahwa kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan. Aku sedang mengatakan padamu bahwa kamu tidak akan mendapatkan kesempatan emas ini lagi. Ini adalah kesempatan terakhir untuk menjadikannya kenyataan; mengapa kamu ingin melewatkan kesempatan emas ini ?”.
 Rasa Ingin Tahu : “Inggat, kamu hanya hidup sekali. Coba sajalah. Kamu toh selalu bisa kembali pada keadaan semula. Hal itu mungkin menyenangkan, mengasyikkan: petualangan sejati! Kamu tidak akan pernah tahu kecuali kamu mencobanya, dan kamu bisa menyesal nantinya.
 Hasrat kita untuk disukai : “ Menurutku, kamu suka tantangan. Orang lain pun berpikir demikian. Sungguh sangat mengecewakan jika kamu tidak ikut bersama kita. Ayolah, tak seorang pun suka bila ada seseorang yang mundur…. ini kesempatan kamu untuk membuktikan seperti apa kamu.”
 Cinta : “Jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan menanyakan hal itu padaku. Tentu, aku benar-benar tulus mencintaimu. Aku tidak mungkin berbohong padamu. Kamu tahu apa yang ada dalam lubuk hatiku, bukan? Kita akan menjalani hubungan menakjubkan jika kami biarkan dirimu larut dan menjalani hal-hal manis yang menanti kita di masa depan.
Contoh-contoh di atas merupakan sebagaian kecil dari apa yang dilakukan oleh manipulator dalam upaya memanipulasi kita agar mengikuti apa yang mereka mau.
trik-triknya :
Perhatikan dan simaklah dengan objektif, bukan hanya kata-kata tetapi juga pesan yang disampaikan. maneuver-menuver kotor ini bisa mengacaukan kemampuan anda dalam menyelami fakta. ketika emosi merasuk dalam pikiran anda, tahan sejenak perasaan anda dan perhatikan si pemberi pesan maupun pesan itu sendiri. Jika anda mendengar pesang-pesang yang mirip dengan pesa para manipulator di atas, diamlah dan evaluasi kembali situasi yang ada. Jangan bertindak gegabah dan emosional. Tunggu dan himpun fakta-fakta secara objektif sehingga kita tidak menjadi wayang si tangan Jahil.
Bagaimana setelah baca artikel ini, ya tentunya kita harus banyak-banyak refleksi ini. karena setelah coba aku jelajahi dunia maya, ternyata banyak sekali para penjual jasa informasi yang ada di internet yang menggunakan trik-trik ini, untuk memanipulasi para pendatang baru internet, agar mau membeli produk mereka he he he……
oke sudah dulu triknya nanti kita sambung dengan tema yang lebih hot…..

from : http://gozalionline.blogspot.com/
Read More...

Cara Alami Bunuh Rasa Mengantuk

Cara Alami Bunuh Rasa Mengantuk

Buat rekan rekan yang sering begadang nonton bola, tips berikut ini sangat bermanfaat untuk mengatasi kantuk. Juga baik untuk rekan rekan yang sedang menghadapi ujian (gak tahu diri banget pak guru/ dosen ya, kalau ngadain ujian disaat world cup lagi hangat hangatnya....!), atau yang begadang karena kerjaannya segudang.....(sumber: email sdr. Erianto, milis Manager Indonesia).

Kurang tidur seringkali dijadikan alasan mengantuk saat jam kerja. Tak sedikit dari Anda mencoba mengatasinya dengan secangkir kopi atau menenggak minuman penambah energi. Tetapi, tanpa disadari, minuman itu justru membuat Anda ketergantungan.

Minuman berkafein memang dapat mencegah rasa kantuk. Namun Anda patut mewaspadai efek sampingnya, mulai dari memangkas waktu tidur, mengganggu siklus dan menurunkan kualitas tidur Anda.

Lalu, bagaimana caranya agar Anda bisa tetap "melek" secara alami? Ada baiknya Anda mencoba 12 cara berikut ini :

1. Bangun dari kursi dan berjalan-jalan sejenak
Dalam sebuah studi populer, Robert Thayer PhD, seorang profesor di California State University, Long Beach, mempelajari apakah orang-orang lebih bersemangat dengan makan permen atau berjalan-jalan cepat 10 menit.

Meskipun mengunyah permen meningkatkan energi, satu jam kemudian tubuh akan kembali lelah. Sementara berjalan selama 10 menit meningkatkan energi hingga dua jam ke depan. Itu karena saat berjalan, oksigen dipompa melalui pembuluh darah Anda ke otak dan otot.

Jika Anda bekerja di meja, sering-seringlah untuk berjalan-jalan sebentar. Baik di luar gedung saat jam makan siang atau di gedung tempat Anda bekerja, akan membuat Anda merasa lebih waspada dan segar.



2. Istirahatkan mata untuk hindari kelelahan
Nongkrong di depan komputer selama berjam-jam dapat menyebabkan mata lelah. Alihkan pandangan dari layar komputer selama beberapa menit untuk membuat mata lebih rileks.

3. Pilih cemilan yang sehat
Cemilan sehat dapat meningkatkan energi lebih lama, seperti:
1. Kacang mentega pada kerupuk gandum atau batang seledri
2. Yogurt dan segenggam kacang-kacangan atau buah segar
3. Baby carrots dengan saus krim keju rendah lemak.

4. Ngobrol dengan rekan kerja
Jika Anda tidak konsentrasi, ngobrolah untuk membuat pikiran anda rileks sejenak. "Bicaralah dengan rekan kerja tentang bisnis, politik, atau agama. Ini akan menjadi perangsang yang kuat terutama pembicaraan tentang politik," kata Krakow, Direktur Medis dari Maimonides Seni Tidur dan Ilmu Pengetahuan, Ltd di Albuquerque.

5. Bikin ruang kerja lebih terang
Lingkungan dengan pencahayaan redup memicu kelelahan. Studi menunjukkan cahaya terang dapat mengurangi kantuk dan meningkatkan kewaspadaan.

6. Tarik nafas dalam
Menarik nafas yang dalam dapat meningkatkan kadar oksigen darah dalam tubuh. Hal ini memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi, yang pada akhirnya membantu kinerja mental dan energi.

Ide dari latihan pernafasan adalah untuk menghirup udara ke perut, bukan dada. Anda dapat melakukannya di meja Anda. Duduk tegak, cobalah latihan ini sampai 10 kali :

* Dengan satu tangan di perut Anda tepat di bawah tulang rusuk dan yang lainnya di dada Anda, tarik napas dalam melalui hidung Anda dan biarkan perut Anda mendorong tangan Anda keluar. Dada Anda tidak boleh bergerak.
* Tarik napas melalui bibir seolah-olah Anda bersiul. Anda dapat menggunakan tangan di perut Anda untuk membantu mendorong udara keluar.

Teknik lain disebut merangsang napas, digunakan dalam yoga untuk meningkatkan energi dan meningkatkan kewaspadaan. Caranya : Tarik dan hembuskan napas secara cepat cepat melalui hidung. Mulut Anda tetap tertutup tapi santai. Lakukan teknik napas ini dengan tempo singkat, yakni tiga kali dari setiap siklus dalam satu detik. Lalu setelahnya, bernapaslah dengan normal. Anda dapat melakukannya sampai 15 detik untuk pertama kali dan untuk berikutnya tambahkan lima detik setiap kali melakukannya hingga mencapai satu menit.

7. Menepilah saat mengantuk ketika mengemudi
"Mengemudi sambil mengantuk sama bahayanya dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol," kata Siebern. Triknya, Anda dapat membuka jendela dan menyalakan musik keras. "Gantikan posisi anda yang mengemudi dengan orang lain atau menepilah dan tidur hingga kantuknya hilang," kata Siebern.

Jika Anda berada dalam perjalanan panjang, gantilah posisi pengemudi sesering mungkin. Berhenti setidaknya setiap dua jam untuk berjalan-jalan dan mendapatkan udara segar.

8. Alihkan tugas untuk stimulasikan pikiran
Pada 2004, peneliti Finlandia mempelajari orang-orang yang bekerja shift malam (jam 12). Mereka menemukan bahwa pekerjaan monoton sama berbahayanya karena mengurangi waktu tidur dan menurunkan kewaspadaan. Cobalah melakukan tugas yang berbeda di rumah atau di tempat kerja saat mengantuk. Atau beralih ke tugas lain yang lebih menarik ketika Anda merasa mengantuk.

9. Minum air
Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan. Pastikan Anda minum banyak air dan makan makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti buah dan sayuran.

10. Tidur siang sejenak hilangkan kantuk
Menurut Barry Krakow, MD, penulis Sound Sleep, Sound Mind: Seven Keys to Sleeping Through the Night, ada dua hal yang perlu diingat tentang tidur siang: Jangan tidur siang lebih dari sekali, atau mendekati waktu tidur Anda. "Tidurlah antara 5 sampai 25 menit," kata Barry.

Waktu tidur siang sebaiknya enam atau tujuh jam sebelum Anda biasa akan pergi tidur. Jika Anda ingin istirahat hampir saat jam tidur, istirahatlah lebih pendek.

Jika Anda perlu tidur siang di tempat kerja, lebih baik jangan tidur di meja. Beberapa perusahaan menyediakan kamar tidur bagi karyawan. Atau anda dapat melatih selama liburan dengan jam alarm untuk memastikan anda bangun tepat waktu.

"Jika Anda tidak dapat tidur, beristirahatlah dengan menutup mata selama 10 menit atau lebih," kata Allison T. Siebern, PhD, dari Stanford University Sleep Medicine Center di Redwood City, California.

11. Udara siang mengatur siklus tidur
Cobalah untuk menghabiskan setidaknya 30 menit sehari di bawah sinar matahari alami. (Bagi penderita insomnia, para ahli merekomendasikan untuk tidur pada jam matahari pagi bersinar). Berjalanlah keluar untuk menghirup udara segar sekaligus memulihkan kembali indera Anda.

12. Olahraga
Hasil analisis 70 penelitian pada 2006 yang melibatkan lebih dari 6.800 orang, para ahli dari Universitas Georgia menemukan, olahraga lebih efektif meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan di siang hari daripada mengonsumsi obat. Olahraga teratur juga meningkatkan kualitas tidur.

Cobalah berolahraga selama 30 menit sehari. Jika Anda memutuskan berlatih keras dalam beberapa hari, kemungkinan tingkat energi Anda akan menurun dan baru pulih dalam beberapa jam kemudian. Konsumsilah makanan yang mengandung protein dan karbohidrat dalam waktu dua jam setelah latihan berat untuk mengganti hilangnya energi di awal latihan. Pastikan untuk menyelesaikan latihan beberapa jam sebelum waktu tidur sehingga Anda mengantuk saat mencoba tidur.

Kapan perlu ke dokter?
Jika Anda tak bisa berhenti mengantuk, waspadalah! Konsultasikan dengan dokter atau spesialis tidur. Mungkin Anda memiliki gangguan tidur seperti kantuk berlebihan atau narkolepsi. Jika Anda sulit tidur karena stres atau alasan lain, terapi perilaku kognitif dapat membantu mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan mengurangi kecemasan tidur.

Best regards,
Eka Wartana


from : http://gozalionline.blogspot.com/
Read More...

TIPS BAGI PEMULA DALAM MENYAMPAIKAN MATERI

TIPS BAGI PEMULA DALAM MENYAMPAIKAN MATERI
1. Taklukkan 100% rasa grogi dengan : 25% persiapan materi, 50% latihan langsung di depan audience atau cermin, 10% persiapan mental, 15% melalui pernafasan yang dalam. Bernafas yang dalam, gunakan konsep 615: 6 hitungan ditarik...1 ditahan.... 5 hitungan hembuskan perlahan

2. Periksa mike dan sound system apakah dalam kondisi yang baik. Apabila mike suaranya putus-putus, maka sebaiknya mike diganti atau tidak perlu digunakan.

3. Sebaiknya masuk dari sisi kiri, agar audien melihat Anda pertama kali dengan otak kanan

4. Optimalkan sikap tubuh : tampak percaya diri, antusias, dan tersenyum.

5. Buka dengan sugesti positif, seperti "Luar biasa, alhamdulillah hari ini saya sangat berbahagia bertemu dengan Anda...dst, jangan pernah katakan, "maaf, karena tadi malam saya menyiapkan slide sampai malam, jadi sekarang agak flu dan sakit...dst"...nanti bisa2 peserta juga jadi ikut saki tuh :)

6. Ice breaking : Buka dengan ilustarasi yang menyenangkan : lelucon, atau simulasi, atau visualisasi potongan film dan iklan.

7. Jalin hubungan : Kontak mata, nyatakan perhatian Anda. Ketika Anda menjaling hubungan dengan beberapa orang maka semua bisa merasa akrab dengan Anda. Jangan pura-pura melihat...apalagi melihat jauh ke belakang membuang kegugupan. Dan jangan pernah menganggap saudara kita sebagai patung.

8. Telapak tangan terbuka ke depan : Tidak menunjuk, sesekali mengepal tidak masalah; sebagai unjuk energi semangat Anda.

10. Berbisik, rendahkan suara Anda pada kata-kata kunci.

11. JEDA, segera mengumpulkan energi perhatian

12. Sampaikan cerita hikmah yang menggugah (nyata)

13. Lakukan simulasi masal, melibatkan seluruh peserta

14. Permainkan intonasi kata : Tinggi…rendah…tinggi…sedang…dsb. Intinya, buatlah gelombang intonasi yang menarik dan menggugah.

15. Bergeraklah, tidak hanya terpaku diam di depan. Bergerak : ke samping kiri, kanan. Bergeraklah ke belakang. Bergeraklah memutar. Jaga stamina Anda.

16. Kalau Anda memiliki suara yang tidak jelek (walaupun tidak begitu bagus –pen), berikan nyanyian yang modif mencerahkan buat mereka.

17. Sampaikan beberapa rujukan pendukung seperti : Ayat, Hadist, atau ungkapan-ungkapan bijak yang bersesuaian dengan materi.

18. Raihlah beberapa nama peserta, sebelum, di saat, dan setelah acara berlangsung.

19. Beri kesempatan beberapa saudara kita berbicara

20. Beri kesimpulan yang terindah dan dikenang. Bisa dengan : Kontemplasi, atau dengan cerita, baik cerita lucu atau pun cerita menggugah

21. Tutup dengan sugesti positif, seperti pernyataan, "alhamdulillah, saya berbahagia telah bertemu Anda hari ini..yakinlah sepenuh hati bahwa...dst..."


Allah berfirman, ”Kalian adalah sebaik baik ummat yang
dilahirkan
untuk manusia, karena kalian menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari
yang mungkar dan beriman kepada Allah.!”
Read More...

TIPS MENGAJAR UNTUK PENGAJAR

TIPS MENGAJAR UNTUK PENGAJAR
"Perhatikan intonasi suara Anda"

Gunakan :

10 persen intonasi rendah / monoton / serius
20 persen intonasi sedang / ramah / tenang/ senyuman
30 persen intonasi tinggi/ tegas / fokus / berani /keras
40 persen intonasi sedang-tinggi/ antusias / humoris / semangat /ceria1. Avoid Poison Talk (Hindari Kata Beracun) – There is no Benefit for being Cruel

Kata2 yang sinis, mencemooh, mengejek, menyindir, sering memberikan kepuasan pribadi kepada kita, tetapi tidak berguna sama sekali dalam kehidupan bersosial kita. Hilangkan semua Kata2 Beracun dari kebiasaan anda berbicara. Perhalus juga semua makian dan amarah anda tanpa menghilangkan keseriusan anda dalam berkomunikasi.
Hindari kata2 keras/kasar:

2. PowerTalk is Short (Katakan seperlunya) – Just Say What is Necessary

Kata kata yang berlebih sering malah mengaburkan arti dan memperkeruh suasana, katakan secukupnya dan berhentilah berbicara.
Kita diberikan dua telinga dan hanya satu mulut dengan maksud untuk lebih mau sungguh2 mendengarkan dan sedikit berbicara.
Dalam dunia yang terlalu banyak informasi ini singkat selalu lebih kuat dan di-ingat.

3. PowerTalk is Detail (Katakan dengan Detil) – God is in the Detail

Katakan dengan detail dan tepat, ini penting dalam komunikasi untuk menghindarkan kesalah pahaman, dan kekaburan arti. Singkat tapi harus cukup detail pada persoalan nya sehingga tidak membuat kebimbangan. Ketika pendengar merasa kabur artinya maka dia akan mengasumsikan yang terburuk, atau malah salah mengartikan yang bisa berakibat buruk. Ketepatan komunikasi sangatlah penting untuk menghindari kebingungan

4. PowerTalk is Targeted (Pilihlah kata2 yang tepat dan bertujuan) – Use Winning Words

Kita harus mencari dan menemukan Kata2 Kunci yang dapat dipakai untuk mempengaruhi orang dan berkomunikasi dengan kuat. Kata2 kunci ini sering harus disesuaikan dan di cocokkan dengan personality pembicara, carilah satu2 dan jadikan kosa kata sehari hari anda.
Pembicaraan kita harus mentargetkan pada tujuan kita berkomunikasi.
Apa tujuan kita dalam berkomunikasi ini?:

5. PowerTalk is about the “Truth” (Katakan yang sebenarnya) – Say What you Mean

Katakan yang anda maksudkan sebenarnya apa. “Jujur” adalah satu2 nya cara untuk dapat mempunyai kredibilitas dan kepercayaan.
Credibility dan Trust menguatkan siapa “Anda” dan membuat apa yang anda katakan menjadi berpengaruh karena Anda “Siapa”, dan bukan sekedar “Apa” yang anda katakan. Dalam jangka panjang ini strategi komunikasi paling penting.

6. PowerTalk brings Real Action (Lakukan apa yang anda katakan) – Mean What You Say

“Over-deliver” dengan apa yang anda telah katakan, laksanakan sesuai janji anda. Reputasi anda akan terdengar oleh orang lain, dan reputasi anda mewakili perusahaan dan nama anda. Kejujuran harus dibarengi dengan tindakan yang nyata untuk menguatkan kita dalam berkomunikasi. Untuk menjadi sukses, kita harus melihat Hidup ini bukan sekedar basa basi.

7. PowerTalk is being Nice (Katakan dengan semanis mungkin) – Dont Be Mean When You Say It

Berilah “muka” pada orang lain, jangan menjadi galak, ganas, menyakitkan, sarkastik, walaupun mereka ternyata salah dan anda benar. Menanamkan maaf dan kebaikan akan memberikan buah dikemudian hari dan menciptakan teman. Memperhalus kata2 kita dalam berbicara memberikan kelebihan kekuatan pada teknik komunikasi kita yang akan menguntungkan kita.
Contohnya :
“Luar Biasa!’
“Sukses Untuk Anda”

MACAM-MACAM TIPE AUDIENCE DI SINI


PERILAKU RAMBLER

Gejala: Berputar-putar, berbicara panjang dan OOT. Analisis, analogi dan berbagai contoh digunakan dengan tidak relevan.

Resep:
- Kembalikan fokus dan perhatiannya. Nyatakan kembali poin-poin yang relevan.
- Arahkan pertanyaan kepada audience secara keseluruhan, lihat reaksi mereka.
- Tanyakan hubungan antara topiknya dengan topik yang sedang didiskusikan.
- Gunakan alat bantu visual, mulailah menulis di flip chart, nyalakan OHP.
- Katakan: "Maaf, bisa diringkaskan poinnya saja?"

PERILAKU SHYNESS ATAU DIAM

Gejala: Kurangnya partisipasi aktif.

Resep:
- Ganti strategi dari diskusi kelompok ke transaksi individual dan sebaliknya.
- Beri penghargaan dan dorongan yang besar untuk setiap kontribusi.
- Libatkan secara langsung dengan bertanya kepadanya.
- Maintain kontak mata.
- Tunjuk Dia sebagai pemimpin kelompok kecil audience.

PERILAKU TALK-ACTIVE

Gejala: Tahu segala sesuatu, memanipulasi audience, suka mengeluh dan sebagainya.

Resep:
- Pahami berbagai komentarnya.
- Beri batas waktu untuk mengekspresikan komentar, dan lanjutkan acara.
- Buat kontak mata, dan bergeraklah ke arahnya.
- Beri perhatian khusus kepadanya saat break.
- Katakan: "Itu menarik sekali, sekarang kita lihat bagaimana pendapat yang lain".

PERILAKU SHARPSHOOTING

Gejala: Mencoba menembak Anda atau mencoba menggoyang Anda.

Resep:
- Akui jika ada pertanyaan yang tidak kita tahu jawabannya, minta ia sendiri menjawabnya, atau limpahkan kepada audience.
- Tekankan sekali lagi bahwa ini semua adalah proses belajar bersama.
- Abaikan jika sangat sulit diubah.

PERILAKU HECKLER

Gejala: Selalu tidak setuju dengan apapun yang Anda katakan, melakukan serangan secara pribadi.

Resep:
- Alihkan pertanyaannya kepada audience atau kepada orang lain yang lebih mendukung Anda.
- Akui perasaannya, dan lanjutkan sesi.
- Akui dan pahami poin positif dari komentar atau pertanyaannya.
- Katakan "Saya hargai pendapat Anda, tapi Saya juga ingin mendengar dari yang lain".

PERILAKU GRANDSTANDING

Gejala: Terjebak pada agenda pribadi.

Resep:
- Katakan: "Anda berpegang pada pendapat, keyakinan atau perasaan Anda sendiri. Saya hargai itu, tapi kita sekarang harus melanjutkan ke subyek berikutnya".
- Atau katakan: "Bisakah Anda menjadikannya sebagai pertanyaan?".
- Atau katakan: "Kita mungkin bisa melanjutkannya jika waktu memungkinkan, setelah presentasi mungkin?"

PERILAKU HOSTILITY

Gejala: Bertahan, marah, atau membuka arena tempur.

Resep:
- Hostility bisa jadi adalah topeng dari sebuah ketakutan. Lakukan reframe dengan kata-kata yang bisa menunjukkan bahwa di balik semua itu adalah ketakutan. Ini akan men-depersonalize-nya.
- Respon ketakutannya, bukan sikap hostile-nya.
- Tetap tenang dan sopan. Jaga temperamen.
- Jangan tunjukkan ketidaksetujuan. Bangunlah argumentasi berdasarkan apa yang keluar dari mulutnya.
- Pertahankan kontak mata tanpa amarah.
- Selalu buka peluang baginya untuk menarik diri secara terhormat, jangan dipermalukan.
-Katakan: "Anda sepertinya kecewa sekali, apakah yang lain juga demikian". Cek audience atas pertanyaan Anda itu. Ini akan menciptakan tekanan lingkungan baginya.
- Jangan gunakan berbagai asumsi atau tuduhan. Bertahanlah pada fakta.
- Doronglah agar masalah bisa diselesaikannya sendiri. Bisa jadi ia belum punya solusi atau bisa jadi ia terlalu pesimis.
- Jika terpaksa, abaikan saja.
- Bicaralah padanya secara pribadi selama break.
- Sekali lagi jika terpaksa, mintalah ia meninggalkan ruangan demi kenyamanan audience yang lain.

PERILAKU GRIPPING

Gejala: Mengajukan komlain yang mungkin beralasan.

Resep:
- Tunjukkan kepadanya bahwa kebijakan sesi tidak bisa diubah.
- Validasi komentar atau poinnya, mungkin ia akan bisa menerima.
- Tunjukkan bahwa Anda berkeinginan untuk berdiskusi dengannya secara pribadi.
- Tunjukkan betapa ketatnya waktu yang tersedia untuk sesi Anda.

PERILAKU SIDE CONVERSATOR

Gejala: Mengobrol, bisa tentang topik yang sedang didiskusikan, bisa juga tidak. Yang jelas, ini bisa mengalihkan perhatian orang lain dari Anda.

Resep:
- Jangan permalukan mereka.
- Tanyakan pendapatnya berkaitan dengan topik yang sedang didiskusikan.
- Minta mereka berbagi pandangannya.
- Melangkahlah ke arah mereka dengan rileks.
- Pertahankan kontak mata.
- Berkomentarlah tentang fenomena itu, tapi jangan memandang ke arah mereka melainkan ke audience keseluruhan.
- Berdirilah di dekat mereka, tanya pada audience di sebelah mereka sebuah pertanyaan, sehingga pusat diskusi akan berada di wilayah mereka.
- Jika terpaksa berhentilah, dan tunggu.

PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI PERILAKU

- Buat aturan untuk mengangkat tangan bila ingin berkomentar atau bertanya.
- Atau, katakan bahwa tanya jawab akan dilakukan di akhir sesi.
- Jika ada yang mulai menginterupsi, ingatkan kembali aturan di atas.
- Jika mereka tetap ngotot, Anda bisa membuka diskusi terbuka. audience selain mereka, cenderung akan berpihak kepada Anda. Ingatlah bahwa tugas Anda bukan terlibat dalam debat dan argumentasi, Anda fasilitatornya.

Separuh tanggungjawab sesi ada pada audience.

Mereka bertanggungjawab untuk datang tepat waktu, mengikuti seluruh sesi sampai selesai, mendengarkan Anda, bertanya secara relevan, menjaga kesopanan dan kedamaian.

Tugas Anda: Menciptakan itu semua.


12 CARA MENUTUP PRESENTASI ANDA


Anda memulai bicara dengan pembukaan yang memukau. Anda berselancar dengan percaya diri masuk ke isi bicara. Lalu, Anda kehabisan bensin saat mendekati penutupan. Anda telah selesai bicara, tapi audience Anda masih belum selesai mendengar. Mereka menatap Anda. Anda menatap mereka. Sunyi. Senyap.

Tangan Anda mulai 'gratil', memutar-mutar pulpen. Mengetuk-ngetuk mikrofon ke meja. Membenarkan posisi dasi yang seperti selalu miring. Ujungnya, Anda menyerah dan hanya mengucap kata perpisahan yang sama dari bicara ke bicara: "Terima kasih". Untungnya audience Anda masih memberi applaus. Anda bisa bernafas lega kembali.

Bagaimanakah Anda bisa mengakhiri bicara dengan tingkat percaya diri yang tetap terjaga? Berikut ini adalah 12 cara menutup bicara Anda, saya ringkaskan dari materi oleh Peter F. Jeff. Semoga bermanfaat.

TITLE CLOSE

Anda bisa menutup bicara dengan menggunakan judul dari bicara Anda. Jika pelawak meninggalkan ruangan dan audience tetap tertawa, maka pembicara bisa meninggalkan ruangan dan audience tetap berpikir - sampai mereka tiba di rumah.

Teknik inilah yang melahirkan usulan dari para pakar public speaking untuk menulis bagian akhir lebih dahulu, baru memilih judulnya.

CIRCULAR CLOSE

Teknik ini mengikuti ... klasik public speaking,

"Tell 'em what you are going to tell 'em; tell 'em, then tell 'em what you told 'em."

Anda, bisa mendahuluinya dengan mengatakan:

"Kini kita sampai ke tempat di mana kita memulainya."

Cara yang paling mudah, adalah dengan memulai bicara Anda dengan sebuah pertanyaan. Dan, jawaban dari pertanyaan itulah yang menjadi penutupan Anda.

"Apa jadinya jika Anda punya target, dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin gagal mencapainya?"


CHALLENGING CLOSE

Tantanglah audience Anda.

"Tunjukkan bahwa saudara-saudara mau!"
"Buktikan bahwa saudara-saudara bisa!"
"Buatlah dunia melihat bahwa saudara-saudara mampu!"

"Seperti apa yang dikatakan oleh Ikhwan Sopa, 'Segala hal lebih berat di kepala dari pada di pundak'. Jalani saja!"

Gunakan kata-kata perintah.

"Gunakan!"

INVITATION CLOSE

Undanglah audience Anda.

"Tugas kita adalah tugas besar. Tanpa kebersamaan, maka semua itu akan sia-sia. Mari kita lakukan bersama. Mari kita jalani bersama. Demi kesuksesan kita semua."

"Inilah saatnya, dan di sinilah tempatnya. Dengan bersama, kita pasti bisa melakukannya!"

QUOTATION CLOSE

Ungkapkanlah kembali kata-kata dari orang besar dan terkenal.

"Kita diberi dua telinga dan satu mulut. Agar kita lebih banyak mendengar."
Abraham Lincoln.

REPETITIVE CLOSE

Gunakan perulangan kata yang mirip atau sama dan indah serta gampang diingat oleh audience Anda.

"Hidup adalah petualangan dan pelajaran. Sambutlah tantangannya. A duty, perform it. An opportunity, take it. A journey, complete it. A promise, fulfill it. A puzzle, solve it. A goal, achieve it."

SING-SONG CLOSE

Mintalah audience Anda mengulangi kata atau kalimat Anda.

"Hadapi dan kontrol!"
"Hadapi dan kontrol!"
"Hadapi dan kontrol!"


SUGGESTIVE CLOSE

"Sebelum Saya tutup, perkenankanlah Saya menyimpulkan poin utama dari sesi kita."

RELIGIOUS CLOSE

"Jazakumullah khairan katsira. Wabillahittaufik wal hidayah Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh."

"Semoga Tuhan memberkati Anda semua..."

CONGRATULATORY CLOSE

"Salut buat Anda semua, semoga sukses selalu..."

PROVERBIAL CLOSE

Yang ini adalah plesetan dari kalimat atau kata-kata yang populer dan terkenal.

"Akhir kata... adalah kata-kata akhir."
Keliek Pelipur Lara - Wapres Republik BBM

"Kalo ada jarum yang patah, jangan simpan di dalam peti. Kalo ada kata yang salah, jangan lapor polisi."
Tugiman Binsarjono - Tax Trainer, teman saya.

(Pokoknya banyaklah, ambil saja berbagai pantun jenaka yang bertaburan dan sering Anda dengar sehari-hari.)

DEMONSTRATION CLOSE

Anda bisa melakukan peragaan sambil mengatakan penutupan Anda. Sambil menutup buku. Mematikan slide. Menutup notebook dan sebagainya.

KESIMPULAN

Menutup bicara dengan kreatif, akan membuat sesi bicara Anda selalu diingat dan dikenang audience Anda.

From : Lantabur
Read More...

TIPS MENGAJAR UNTUK PENGAJAR (LANJUTAN)

TIPS MENGAJAR UNTUK PENGAJAR (LANJUTAN)
Peringatan! Anda mungkin sudah terinfeksi oleh suatu virus yang membahayakan cara berkomunikasi anda sebagai penyampai. Saya menyebutnya "Virus Verbal."

Virus verbal adalah pengisi kata-kata (word filler) yang tidak memiliki arti, yang merusak pembicaraan kita, mengalihkan perhatian dari pesan yang kita maksud, menyedot habis pengaruh yang diharapkan dan ketertarikan dari pendengar Anda. Saya menyebutnya sebagai virus karena nampaknya memang menular dan menulari kita tanpa disadari.

Virus verbal yang paling umum adalah: "Eh" "Emm" "Anu" "Nng" "you know" "well" "oke" "jadi" "nah" "ee" "begitulah" dan sebagainya. Semua ini juga mengganggu suara lain yang lebih berarti dan bahkan bisa memelintir mulut dan lidah.

Virus verbal sangat tidak enak didengar (terutama jika terlalu sering atau terlalu banyak) dan tidak konsisten dengan citra profesional Anda. Ini semua bisa membuat Anda tampak tidak yakin, tidak siap atau bahkan seperti tidak terdidik. Berita baiknya, penyakit karena virus verbal sebenarnya sangat mudah disembuhkan.

Berikut ini lima langkah untuk mencegah, memperlakukan dan mengobatinya

DIAGNOSIS MASALAHNYA

Virus verbal menular tanpa disadari. Oleh sebab itu, satu-satunya cara untuk mengetahui keberadaannya adalah dengan merekam pembicaraan Anda. Rekamlah pembicaraan telepon, pembicaraan publik atau pembicaraan lain yang resmi sifatnya.

BERHENTI

Kapanpun Anda merasakan diri Anda mengucapkan bunyi yang bukan kata-kata, berhentilah sejenak. Jeda sebentar ini akan terasa agak menakutkan saat pertama kali Anda mencobanya. Apalagi, jika Anda sedang bericara di depan orang banyak. Akan tetapi jika hal ini Anda lakukan tidak lebih dari 5 detik, pendengar Anda tidak akan mengetahuinya. Berhenti sejenak ini akan membantu Anda mengumpulkan kembali pikiran-pikiran Anda, sambil memberi waktu kepada pendengar untuk merefleksikan apa yang telah Anda katakan sebelumnya.

REKAM SUARA ANDA

Dengarkan rekaman suara Anda sendiri dan catat apakah ada word filler yang terkandung di dalamnya.

BANTUAN ORANG LAIN

Jelaskan kepada orang yang mau membantu Anda. Jelaskan apa yang sedang Anda coba dan sepakati bersama bentuk-bentuk kode yang diperlukan untuk menghentikan bicara Anda setiap kali gejala penyakit ini muncul. Peringatan yang konstan akan memacu Anda bisa menaklukkan virus berbahaya ini.

TAHAN NAFAS

Saat Anda merasa akan melakukannya, ambillah nafas, tahan sebentar dan mulailah bicara lagi. Fokus kepada proses bernafas akan mengalihkan pikiran Anda dari virus-virus ini, dan sekaligus akan mengurangi rasa aneh yang muncul di tengah kekosongan kata.

From : Lantabur
Read More...

Cara Mengatasi Demam Panggung

Cara Mengatasi Demam Panggung
Cara mengatasi demam panggung, boleh dicoba :
A. Pastikan busana anda sesuai, semua kancing baju terpasang, semua ritsleting tertutup, dan lantas lupakan penampilan anda
B. Kuasai materi pidato anda sebaik-baiknya, pelajarilah lebih baik, sehingga anda lebih tahu dari orang lain. Jangan setengah2 tanpa persiapan matang
C. Berlatihlah di depan audience yang penuh simpati dengan jumlah kecil sebelum anda menguasai audience yang besar dan acuh tak acuh
D. Sebelum tampil, berdiri tegap dan tegakkan kepala anda, hindari postur tubuh yang lemah seperti pundak membungkuk, pandangan menunduk
E. Ambil beberapa napas panjang sebelum anda maju dan tampil
F. Bersikaplah santai, tahan kecendrungan berbicara cepat
G. Cobalah berpikir objektif semampu anda, hal ini tetap perhatian kepada audience apa yang dilakukan. Sikap ini kebalikan dari pikiran subjektif, yang dalam kondisi ini anda terus menerus memikirkan diri anda sendiri, rasa takut anda, gentarnya lutut anda, dsb
H. Anggaplah audience bersikap ramah dan simpatik yang akan menambah percaya diri

(artikel oleh bapak aswan noer)
Read More...

9 TIPS UNTUK HIDUP BAHAGIA



1. Jangan Takut dan Khawatir

    Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?

2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam

    Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.

3. Fokus Pada Satu Masalah

    Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.

4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda

    Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.

5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan

    Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.

6. Jangan Hidup di Masa Lalu

    Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.

7. Jadilah Pendengar yang Baik

    Mungkin sebagian besar orang termasuk saya :) susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.

8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda

    Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.

9. Bersyukurlah Selalu

    Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

http://www.akuinginsukses.com
Read More...